ads

NLP Presuppositions - The Meaning Of Communication is The Response You Get


Arti dari komunikasi adalah respon yang anda dapatkan

Seberapa sering kita berkomunikasi?

Apa tujuan komunikasi yang kita lakukan?

Dan apa sebenarnya makna dari komunikasi?


Perhatikan percakapan berikut ini.

Boss      : tolong belikan saya kopi satu cangkir
Bono      : dimana pak?
Boss      : di warung depan kantor
Bono      : baik pak..
Boss      : eh tunggu!
Bono      : iya pak, ada apa pak?
Boss      : ini uangnya belum..
Bono      : oh iya pak, maaf lupa..

Setelah menunggu sekitar 30 menit, Bono Kembali sambil membawa satu cangkir penuh kopi bubuk tanpa air dan tanpa gula.

Ini bukan tulisan yang berusaha membuat anda tertawa namun gagal, tapi ini adalah sebuah contoh kecil dari proses komunikasi yang gagal. Sering kita menjumpai atau bahkan mengalami kasus dimana terjadi salah pengertian oleh komunikan (penerima pesan) untuk menangkap pesan dari komunikator (pengirim pesan). Dan biasanya dalam kasus seperti ini apabila ada kesalahan, banyak pihak menyalahkan komunikan karena kelemahannya dalam menangkap pesan.

Dalam NLP kita melihat arti komunikasi adalah dari respon yang kita dapat. Sehingga apabila kita menyampaikan pesan ‘A’ dan diterima oleh orang lain sebagai ‘Z’, berarti makna dari pesan kita adalah ‘Z’. Contoh kecil diatas, si Boss berpikir, secangkir kopi yang dimaksud adalah kopi secukupnya dengan tambahan gula dan diberi air yang disajikan dalam cangkir sehingga sudah siap untuk dinikmati. Sedangkan Bono Berpikir secangkir kopi adalah satu cangkir yang dipenuhi dengan kopi. Karena Bono Adalah penerima pesan dan merespon pesan sebagai ‘cangkir yang dipenuhi kopi’ maka tetap makna dari pesan tersebut adalah ‘cangkir yang dipenuhi kopi’.

Cara berpikir ini bukan bermaksud mendukung kebodohan, namun cara ini mengajak kita untuk mengerti dan lebih fleksibel dalam berkomunikasi. Ibarat teknologi, katakanlah ada 2 jenis HP (handphone), yang pertama adalah HP jadul, yaitu HP dengan layar tanpa warna dan hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS, sedangkan yang kedua adalah HP android,yang selain telepon dan sms, kegunaannya sudah sangat canggih. Nah, katakanlah kita memegang HP android, sedangkan teman kita memiliki HP jadul, coba bayangkan apa yang terjadi apabila kita mengirim pesan pada teman kita melalui aplikasi Whats App? Jelas pesan tersebut tidak akan diterima oleh HP teman kita, sehingga pesan dari kita tidak tersampaikan. Jadi yang harus kita lakukan adalah lebih fleksibel, dengan cara kita ‘mengalah’ untuk mengirim pesan lewat SMS, yang mana dengan cara tersebut akan bisa diterima oleh teman kita pengguna HP jadul. Tentunya cara itu jauh lebih mudah daripada mengharuskan teman kita agar membeli HP android.

Begitu pula proses komunikasi langsung, kita harus mengimbangi kemampuan berpikir lawan bicara kita, apabila cara komunikasi kita kurang bisa diterima olehnya berarti kita harus merubah cara kita, tentunya itu lebih mudah dilakukan daripada kita harus memaksa lawan bicara kita untuk mengerti apa yang kita maksud.


0 komentar:

Post a Comment