ads

Mau Melamar Kerja? Hindari 6 Hal Berbahaya Ini!




Pekerjaan adalah hal yang dibutuhkan untuk memperoleh pendapatan yang kita gunakan menyambung hidup. Apabila Anda ingin melamar pekerjaan, pastikan anda menghindari hal-hal dibawah ini.


1.  Tidak Sesuai Tujuan Sebenarnya


Ini yang sering dialami oleh para pencari kerja, prinsip “yang penting kerja dulu” adalah prinsip yang memiliki banyak penganut. Padahal prinsip ini bisa berdampak buruk bagi pelamar seperti ditolak atau diterima namun nanti ketika bekerja tidak dilakukan sepenuh hati, yang ujung-ujungnya kualitas kinerja sangat buruk dan karir menjadi terancam.

Beberapa orang setelah beberapa waktu bekerja memilih resign karena merasa tidak cocok dengan pekerjaannya. Kalau Anda begini, sangat banyak kerugian yang Anda alami seperti tidak bisa bahagia karena bekerja bukan pada minatnya, kerja dalam tekanan yang bisa menimbulkan stress dan dampak-dampak lain. Belum lagi apabila pekerjaan itu mengharuskan kontrak selama beberapa tahun, apa itu bukan sebuah tekanan yang hebat untuk Anda?


2.  Tidak Mengenal Perusahaan


Hampir sama dengan poin sebelumnya, biasanya para pelamar memasukkan lamaran ke banyak perusahaan sekaligus, yang terkadang malah perusahaan yang belum dikenali sebelumnya. Apabila anda melamar kerja pada perusahaan, tetapi anda sangat tidak mengenali perusahaan tersebut, apa perusahaan itu mau dengan mudah menerima Anda? Yang jelas perusahaan akan berpikir beberapa kali untuk itu.

Hal ini seperti halnya mengajak seseorang untuk menikah yang Anda sendiri belum mengenal siapa orang tersebut, siapa namanya, orangtuanya dan Kota asalnya, baik, mungkin ada peluang, karena dia sedang sendiri misalnya, tapi lebih besar mana peluang orang tersebut ketakutan atau bergembira untuk segera menerima Anda?

Tidak hanya perusahaan dan pekerjaan saja yang harus Anda kenali, lingkungan juga baiknya Anda pahami. Dimana letak tempat kerjanya, iklim disana, kehidupan sosial dan karakter orang-orang disana baik luar maupun dalam pekerjaan. Dengan mengenali hal-hal tersebut, Anda bisa tahu bagaimana harus bersikap dan menempatkan diri.


3.  Negosiasi Gaji yang Salah


Mungkin Anda berpikir bahwa saat ditanya gaji yang diinginkan dan Anda menjawab dengan nilai yang besar, maka perusahaan akan berpikir bahwa kualitas anda sangat baik. Hal ini tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar.

Tidak menutup kemungkinan perusahaan akan berpikir lebih banyak untuk menerima anda, pastinya perusahaan juga akan mempertimbangkan kerugian apabila salah memilih orang.

Ini bukan berarti Anda harus merendahkan negosiasi gaji, sebaiknya jawab dengan nilai normal yang benar-benar setara dengan kualitas Anda ditambah dengan janji powerful tentang kontribusi yang akan Anda berikan pada perusahaan. Ini akan lebih berpengaruh, dan pastinya saat perusahaan benar-benar merasakan manfaat yang Anda berikan, perusahaan akan senantiasa mempertahankan anda dengan berbagai cara, mungkin salah satunya dengan menaikkan gaji berkali lipat.


4.  Surat Lamaran Robot


Anda bukan robot yang tidak bisa berinovasi dengan kreatifitas, Anda manusia berakal yang sangat genius, maka dari itu, hindari membuat surat lamaran yang monoton, bahkan copy-paste dari internet. Pihak perusahaan mungkin saja tidak memiliki waktu untuk membaca surat lamaran tersebut, sehingga bisa saja menggunakan sistem untuk mencari kata kunci tertentu, itu sebenarnya bisa jadi kekuatan Anda, silahkan masukkan kata kunci khusus seperti prestasi, pengalaman, bakat, minat dan sebagainya.

Mungkin anda juga berniat menyebar lamaran ke beberapa perusahaan sekaligus, dengan satu lamaran yang dicopy dengan mengganti nama perusahaan saja, apalagi kalimat yang dipakai sangat standard. Hal ini cukup bahaya, apalagi ketika Anda melupakan sesuatu. Saya pernah menerima beberapa surat lamaran pekerjaan di elemenslide, usaha saya dalam bidang desain slide presentasi, saya coba membaca scanning satu-persatu, dan yang mengejutkan saya adalah di salah satu surat lamaran tersebut terdapat pengajuan pekerjaan yang ditujukan pada perusahaan lain. Perasaan saya? Mungkin sama dengan yang dirasakan Ariel Noah saat penonton konsernya mengibarkan bendera Slank.


5.  Ceroboh


Pada poin sebelumnya terdapat contoh keteledoran dari pelamar kerja, sangat disayangkan apabila hal itu terjadi, jangan sampai Anda yang melakukannnya. Kecerobohan yang muncul biasanya karena sebelum mengirim lamaran, tidak memeriksa ulang apa saja isi didalamnya termasuk juga tentang kesalahan penulisan atau yang umum dikenal sebagai ‘typo’. Hal ini sebenarnya dampaknya tidak begitu besar, namun apabila yang membaca lamaran adalah seorang yang perfeksionis, tentunya ini akan menjadi sebuah masalah yang cukup merusak persona profesional yang Anda bentuk.

Kecerobohan lain yang umum ditemukan adalah tidak mengikuti instruksi, saat ada lowongan pekerjaan, biasanya Anda bisa menemukan peraturan apa saja yang harus disertakan dalam lampiran dan urutan penyusunannya. Hal ini berguna untuk mempermudah perusahaan dalam memeriksa lamaran Anda, apabila hal ini anda lewatkan, bisa saja perusahaan mengabaikan lamaran pekerjaan Anda.


6. Profesionalitas Lemah


Banyak hal yang termasuk dalam kategori ini, seperti menjawab dengan keraguan, penampilan tidak mencerminkan seorang profesional, bahkan beberapa hal berkaitan dengan dunia maya seperti status yang ditulis layaknya orang tidak berpendidikan, kicauan menghina atasan sebelumnya dan hal lain yang mungkin dianggap kecil. Beberapa perusahaan kadang menyempatkan diri untuk melihat ini.

Saya pernah mendapat sebuah e-mail lamaran yang masuk, subjeknya hanya "DESAIN" dan tidak ada kata pengantar didalamnya, sama sekali. Yang paling aneh menurut saya adalah nama pengguna email tersebut yaitu "penderitaan**@gmail.com". Apa yang akan Anda lakukan jika melihat email demikian? saya yakin Anda tidak mau ikut menderita.


Demikian beberapa hal yang perlu Anda hindari dalam melamar pekerjaan, hal-hal tersebut sedikit banyak akan berpengaruh pada diterima atau tidaknya Anda dalam perusahaan tempat Anda melamar. Untuk itu, beberapa hal ini kesimpulan yang dapat Anda lakukan sebagai solusi dari masalah-masalah diatas.

1.     Pahami tujuan Anda sebenarnya dalam bekerja, dan cari pekerjaan yang paling sesuai

2.     Kenali perusahaan dan lingkungan sebaik mungkin

3.     Pantaskan perkiraan gaji dengan kemampuan Anda

4.     Buat lamaran semenarik mungkin dan sekreatif mungkin, lebih baik satu lamaran hanya untuk satu perusahaan

5.     Selalu ikuti aturan yang dibuat oleh perusahaan dan jangan lupa memeriksa kembali seluruh data sebelum Anda mengirimnya

6.     Tampil se profesional yang Anda bisa, kesan tersebut bisa menentukan posisi Anda




6 comments: